Mungkin lebih tepatnya pahlawan tanpa tanda jasa, begitulah peribahasa lokal kita indonesia.
Aku, dan 2 orang temanku, dulu kami sepulang sekolah selalu berada disekolah lebih lama, kami sekelas, itu sebabnya kami sering bersama. Kami selalu menghabiskan waktu disekolah sesudah waktu pulang, bukan karena ekskul, atau hal lainnya. Tetapi tidak selalu sebenarnya, jika ada hal lain, urusan mendadak, atau diusir, baru kami akan pulang, memang cukup aneh, biasanya kami meminta agar cepat pulang, tetapi saat sudah bel pulang, kami malah menetap disekolah terlebih dahulu.
Pada saat itu, seorang wanita datang menuju arah kami, dia ternyata kenalan SMP dari salah satu temanku, rupanya dia hanya meminta bantuan. Dia bilang karena kami dari jurusan itu, makanya dia meminta bantuan kami, temanku yang merupakan kenalannya jelas membantu, sebab dari awal dia Cuma meminta pada dia, kemudian temanku yang satunya hanya memperhatikan, tapi sepertinya dia tertarik dan membantunya, aku? Aku tidak begitu tertarik, sebeb waktu itu aku ingin pulang cepat karena ada urusan, jadi saat itu aku memilih tidak terlibat. Kebetulan saat itu aku sedang menunggu kendaraan yang mengantarku pulang, jadi aku menunggu bersama mereka dan melihat apa yang mereka kerjakan, dia seperti membuat sebuah desain sesuatu aku tak begitu mengerti, dan temanku yang satunya membantu, saat kedua temanku itu sibuk, aku pergi meninggalkan mereka berdua pulang duluan, mungkin itu terakhir kali aku mendengar kabarnya.
Beberapa minggu setelah kejadian itu, hari senin, kita semua upacara, cuaca sepertinya tidak ada tanda akan hujan. “Pengumuman” begitulah kata sang protokol saat ada berita tambahan yang akan disampaikan di upacara ini. “…Selanjutnya pengumuman kejuaraan blablabla dimenangkan oleh…” aku tidak begitu peduli, namun tiba-tiba kedua teman dekatku yang biasanya bersamaku saat pulang sekolah itu tiba-tiba ekspresif. Setelah ku tanya-tanya dan mendengarkan mereka aku mengerti, dialah Si nameless hero itu.
Ingat pada saat dia (kenalan temanku dari SMP) meminta bantuan padanya?, ternyata ia meminta membantu untuk lombanya, kedua temanku tak tahu akan hal itu, mereka sudah membantunya merancang dan membuat pada hari itu juga, tapi siapa sangka, dialah yang mendapat penghargaannya. Apakah dia hanya memanfaatkan temanku? Apakah dia itu orang yang jahat? Apakah dia memang sekejam itu? Tidak mungkin dia tidak tahu akan hal itu bukan? Dia pasti sudah merencanakan ini, aku tahu itu.
Bagaimanapun juga itu tak menganggu siapapun, bahkan temanku itu, dia bersikap seolah tak ada sesuatu apapun yang terjadi, dia tak berpikir bahwa dia telah dimanfaatkan, dan dia membiarkan itu. Pada hari itu aku tersadar, kaulah Herosesungguhnya, dunia tak mengetahui namamu, tetapi kamilah yang tahu kejadian sebenarnya, maka dari itu, akan kami pegang semua pendirian teguhmu itu, kami akan membantumu hingga nanti, apapun jalan yang kau pilih.
TAMAT.
Muehehehehehe, lama gak updet cerpen nih :v, entah kenapa kali ini pengan ambil genre drama, kayaknya gue juga perlu mencoba beberapa genre yang jarang gue ambil. Betewe, ini gak sepenuhnya real story gue kok, emang ada unsur nyata, tapi gak sebegitunya, gak sedramatis itu juga :v. Pokoknya gak nyampe se-alay itu deh, gak sampe ada adegan mengharukan, Cuma buat eksperimen gue aja nambahin adegan begitu. Yak, meskipun gue juga lagi kekurangan stok apa yang pengen gue bahas sih :v.